resah gelisah rasa hati ini
ku baringkan kepala dikursi ini
ku pikirkan saja yang ada di hati
puja'an hati........... dia safitri....
na,na,na,na,na,na.na naaaaaaaaaaaa
buat apa pikirkan masalah
karena sudah ada si dia
lebih baik aku bergembira
dari pada ikutan susah
na,na,na,na,na,na,naaaaaaa,na
inginya aku menjaga dirimu
karena aku sayang padamu
ku'ucap i love you selalu padamu
mungkin itu ku cinta pada mu...

oww safitri owwwww oooo
oww safitri owwwww oooo
oww safitri owwwww oooo
Andaikata aku di
mobil itu
Tentu tidak di bus ini
Seandainya aku rumah itu
Tentu tidak di gubuk ini
A a a andaikata
Se se se seandainya
Oh ya!
Kalau saja aku jadi
direktur
Tentu tidak jadi
penganggur
Umpamanya aku dapat
lotere
Tentu saja aku tidak
kere
Ka ka ka kalau saja
U u u umpamanya
Oh ya!
Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku
Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku
Aku bosan
A a a andaikata
Se se se seandainya
Ka ka ka kalau saja
U u u umpamanya
Oh ya!
Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku
Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku
La la la
La la la
La la la la la la la la la la la la la
La la la
La la la
More >>
ku lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur
bulanan, setiap kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis.
Aku nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gambang menangis.
Biar begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai
contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang
sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa
menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada
anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis
Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di
Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih
SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka
main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku
nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.
Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.
Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan.
Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena
tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan.
Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia.
Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola
dan Waiya.

Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang
pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam
perjalanan dalam pesawat dari Jeddah ke Indonesia, pengetahuan gitarku
bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat
seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam
gitarku. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya
suara gitarku fals. "Kok kayak gini steman-nya?" tanyanya. Waktu itu,
meski sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar.
Setelah membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan
lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.
Waktu sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan
gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa
memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak
perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. "Gengsi
dong," pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup
sekola
More >>
Berjalan di situ
Di pusat pertokoan
Melihat-lihat barang-barang
Yang jenisnya beraneka ragam
Cari apa di sana
Pasti tersedia
Asal uang di kantong cukup
Tentu tak ada soal
Aku ingin membeli
Kamu ingin membeli
Kita ingin membeli
Semua orang ingin membeli
Apa yang dibeli ?
Mimpi yang terbeli
Sebab harga barang tinggi
Tiada pilihan selain mencuri
Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli ?
Sampai nanti sampai habis terjual harga diri
Sampai kapan harga harga itu melambung tinggi ?
Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi
Segala produksi ada disini
Menggoda kita untuk memiliki
Hari hari kita berisi hasutan
Hingga kita tak tahu diri sendiri
Melihat anak kecil
Mencuri mainan
Yang harganya tak terjangkau
Oleh bapaknya yang maling
More >>